20 April 2010

Organisasi berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan sequential . Organisasi berkas ini mempunyai semua keunggulan dari sequential file. Tetapi kemampuan aksesnya jauh lebih baik
Ada 2 hal yang ditambahkan yaitu
• Index: untuk mendapatkan cara akses yang lebih baik
• Overflow area: untuk mengatasi masalah dalam penambahan data (insert)
Komponen:
• Sequential file (main file)
• Index
• Overflow Area
Main file:
• Berisi data / record – record yang membentuk file
• Data tersusun seperti pada sequential file
Index:
• Berisi alamat dari tiap record yang ada didalam main file (seperti daftar isi)
Index dipakai untuk memungkinkan dilakukan fetch terhadap record tertentu, dengan cara:
• Alamat dari record yang akan difetch dicari di dalam index
• Dengan alamat tersebut data dibaca dari dalam main file
• Salah satu konsep index yang dipakai adalah memanfaatkan Block Anchor
• Overflow Area
• Menyimpan record tambahan, yang diisi pada waktu dilakukan insert
• Mirip dengan apa yang disebut transaction file, tetapi diintegrasikan
menjadi satu dalam konsep index-sequential file
• Lokasi record ditunjukkan dengan pointer dari predecessornya
Untuk meminimalkan jumlah overflow pointer yang dipakai digunakan metoda push-through
• Record baru ditempatkan sesudah predecessornya
• Successor record digeser mendekati ujung block
• Record pada ujung block digeser ke overflow area
Kegunaan index sequential file
• Bentuk file yang paling banyak dipakai
• Dipakai bila file ingin selalu dalam kondisi up to date
• Sebuah record dapat di insert atau di retrieve secara langsung melalui indexnya
• Sangat sesuai untuk proses secara on-line
• Bisa juga diakses secara sequential
Kelemahan index sequential file
• Seach/pencarian hanya bisa melalui sebuah key saja, yaitu key yang
mengurutkan file
Performance
1. Record Size
• Berbentuk fixed length record
• Ukuran file relatif tetap, karena insert memakai overflow area
• Ukuran file baru berubah setelah dilakukan reorganisasi
• Overflow area digabungkan dengan main file
• Overflow area akan kosong
• Main file akan bertambah besar
2. Fetch a record
• Index dimanfaatkan untuk menemukan sebuah record
• Dicari dari index yang paling atas, menurun ke index dibawahnya sampai
akhirnya ke main file
• Bila pernah dilakukan insert, pencarian akan dilanjutkan ke overflow area
untuk mencari record yang telah di geser (push)
3. Get the next record
• Successor record cukup dicari secara serial dari predecessornya, tanpa
memanfaatkan index
4. Insert a record
• Menambah record berarti memperpanjang overflow chain, karena metoda
push through
• Record baru akan selalu ditempatkan urut dengan record sebelumnya
• Tiap kali insert akan mengakibatkan terjadi read & rewrite dari pointerpointer
• Index tidak berpengaruh terhadap index
Ada 3 cara yaitu
a. separate file, record baru disimpan pada file terpisah (kurang efisien)
b. Free space in every block, ruang kosong yang akan terisi bila ada record
baru
c. Free space in every silinder, ruang kosong pada akhir setiap silinder
Sistem Basis Data 1 (K82) 2 6
5. Delete a record
• Delete pemakai tombstone
• Data pada pointer & index tetap ada
6. Modify a record
• Dilakukan dengan langkah fetch & rewrite
• Karena record baru bisa dituliskan pada tempat record lama berada
7. Read the entire file
• Dapat dilakukan dengan memakai salah satu dari 2 cara dibawah ini:
1. Secara serial dengan mengikuti alur urutan data (termasuk ke overflow
area)
2. Secara sequential membaca isi main file dahulu baru membaca isi
overflow area
8. Reorganize the file
• Overflow area digabungkan ke main file
• Main file mendapat ukuran yang baru
• Overflow area kembali kosong
• Index berubah isinya sesuai dengan data terbaru
• Dilakukan dengan pembacaan serial melalui main file
Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root dan sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam susunan berhirarki dengan root sebagai puncaknya.

Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu :
• Akses Sekuensial
• Akses Direct
Sedangkan jenis prosesnya adalah :
• Batch
• Interactive
Struktur Berkas Indeks sekuensial
• Indeks  Binary Search Tree
• Data  Sekuensial
Indeks disusun berdasarkan binary search tree dan digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu
Berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.
Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential :
• Blok Indeks dan Data (Dinamik)
• Prime dan Overflow Data Area (Statik)

Pendekatan lain untuk mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan struktur indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik hardware (fisik) dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.
Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder indeks dan tingkat track indeks. Berkas datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflow area.



0 komentar: